Gado-Gado Story

UncategorizedNovember 17, 2006 5:53 pm
Info mengenai Gunung Bromo
 

Gunung bromo, merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur, jadi rasanya kita belum berwisata ke Jawa Timur jika belum mengunjungi Gunung Bromo. Sebagai sebuah obyek wisata, dengan mengesampingkan statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif, maka tidak ada salahnya jika saya mengulas keberadaan gunung bromo sebagai obyek wisata yang layak dikunjungi.

Sebagai sebuah gunung wajar jika kita beranggapan bahwa suhu cuaca di Gunung Bromo cukup dingin, jadi tak heran jika kita kesana akan melihat orang memakai jaket yang tebal dan syal untuk menghangatkan leher karena memang suhu cuaca disana dingin sekali apalagi di pagi hari.

Perjalanan untuk menuju ke pusat obyek wisata terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa,kecuali kita menyewa jeep yang disediakan oleh pengelola wisata. jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi.

Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Jika kita malas untuk berjalan, kita juga dapat menyewa kuda yang dapat mengantar kita mengelilingi padang pasir tersebut.

Berbagai hotel juga dapat kita temukan disekitar area telaga, mulai dari losmen sampai dengan hotel berbintang 4 dapat kita jadikan pilihan untuk menginap di Bromo, rata rata setiap hotel memsang tarif yang terjangkau.

Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam. karena memang akan kelihatan jelas sekali dan sangat indah, jadi sayang sekali bila kita kesini dan tidak menyempatkan untuk melihat sunset dan sunrise disini

Uncategorized 5:47 pm

Belanglicious

Belanglicious
Primadonna Angela
GPU, Januari 2006
288 Hal.

Isi novel ini sederhana banget. Khas kehidupan remaja. Cerita anak-anak sekolah menengah atas, saling cela-celaan antara anak cowok dan cewek, ada sirik-sirikan sedikit, orang tua yang funky (pasti banyak yang berharap punya orang tua seperti ini), ada perjodohan terselubung, yang pasti ada tentu kisah cintanya.

Lietha, sering dipanggil Belang sama Aldi. Kulit Lietha memang belang, karena ia adalah atlet renang yang cukup berprestasi. Setiap hari, ada aja yang bikin Lietha sebal sama Aldi, terutama panggilan Belang itu. Karena kesal banget, Lietha berusaha mencari kelemahan Aldi untuk membalas dendam. Tapi, ternyata aksi balas dendam itu gagal, karena Aldi malah jadi idola di sekolah mereka. Karuan aja Lietha makin gondok.

Tiba-tiba, Lietha dapat kesempatan untuk jadi model iklan minuman isotonic. Berangkatlah dia ke Jepang… bersama Aldi, yang langsung ‘mengangkat’ dirinya jadi manager. Lietha makin sebel. Di Jepang, Lietha kenalan dengan cowok Jepang, pasangannya dalam iklan itu. Dan entah kenapa, Aldi koq bt banget.

Pulang ke Indonesia, malah Lietha yang jadi sebel waktu liat Aldi dekat sama saingannya waktu SD.

Seperti yang udah dibilang di atas, novel ini simple banget. Tapi, yang menarik, cerita di novel ini paling nggak memberi semangat buat para cewek yang suka minder biar gak terlalu berkecil hati.

Dan satu lagi… hati-hati… jangan suka gengsi dan sebel yang berlebihan sama orang… bisa-bisa kena ‘karma’nya seperti Lietha…

UncategorizedNovember 15, 2006 4:29 pm

Sebuah hasil peneltian baru mengenai pengaruh ponsel dapat memicu tumor otak kembali ditemukan meski kesimpulan tersebut bertentangan dengan kesimpulan peneliti-peneliti lain. Kali ini giliran para peneliti asal Swedia yang mengungkapkan bahwa penggunaan telepon genggam dalam periode waktu yang cukup lama dapat meningkatkan resiko tumor otak.

Tahun lalu, the Dutch Health Council, dalam sebuah peninjauan penelitian dari seluruh dunia tidak menemukan bukti bahwa radiasi yang berasal dari telepon genggam dan pemancar televisi itu memiliki efek berbahaya. Begitupun dalam sebuah survei di Inggris selama empat tahun juga menujukan tidak ada hubungan antara pemakian ponsel biasa atau cukup lama dengan jenis tumor apapun.

Kesimpulan para peneliti di the Swedish National Institute for Working Life didasari pada penelitian penggunaan ponsel dari 2200  pasien kanker. Pasien-pasien tersebut berusia antara 20 dan 80 dimana 905 mengidap tumor otak ganas dan 1 per 10 diantara mereka adalah pengguna berat  ponsel.

Dipublikasikan dalam International Archives of Occupational and Environmental Health, penelitian tersebut mendefinisikan pengguna berat ponsel adalah mereka yang memakai ponsel selama 2 000 jam yang setara dengan 10 tahun baik di tempat kerja selama satu jam per hari. Sementara pemakai awal didefinisikan mereka yang mulai menggunakan ponsel sebelum umur 20 tahun.